Rabu, 03 Juni 2015


TABUNG SINAR X


gambar. tabung sinar-x
Tabung sinar-X adalah ruang hampa yang terbuat dari kaca tahan panas yang merupakan tempat sinar-X diproduksi. Tabung sinar x adalah komponen yang utama yang terdapat pada pesawat sinar-x.

Syarat-syarat terjadinya sinar-x pada tabung adalah 
1. Sumber Elektron 
2. Gaya pemercepat elektron 
3. Ruang yang hampa udara 
4. Alat pemusat berkas elektron 
5. Benda penghenti gerakan elektron/target 

Komponen-komponen utama tabung sinar x adalah 
1. Katoda / elektroda negatif (sumber elektron)
2. Anoda / elektroda positif (acceleration potential)
3. Focusing cup 
4. Rotor atau stator (target Device) 
5. glass metal envalope (vacum tube) 
6. Oil 
7. Window

a. Katoda
Katoda terbuat dari nikel murni dimana celah antara 2 batang katoda disisipi kawat pijar (filamen) yang menjadi sumber elektron pada tabung sinar-X. Filamen terbuat dari kawat wolfram (tungsten) digulung dalam bentuk spiral. Bagian yang mengubah energi kinetik elektron yang berasal dari katoda adalah sekeping logam wolfram yang ditanan pada permukaan anoda. Arus yang diberikan pada tabung sinar-X dalam kisaran milliamper (mA) berfungsi untuk memijarkan filamen sehingga terbentuk awan elektron pada filamen. Selanjutnya beda potensial dalam kisaran KiloVoltage (KV) berfungsi memberikan energi kinetik pada elektron-elektron tersebut.

b. Anoda 
Anoda atau elektroda positif biasa juga disebut sebagai target jadi anoda disini berfungsi sebagai tempat tumbukan elektron. Ada 2 macam anoda yaitu anoda diam dan anoda putar. Anoda angel (sudut anoda) adalah sudut pada permukaan bidang target yang dapat dijadikan pusat sumbu sinar yang terbentuk pada bidang atau area terbentuknya sinar-x. 

Optimal anoda angle bergantung pada aplikasi klinis pemeriksaan :
1. Small anoda angle 7-9 derajat digunakan untuk ukuran objek pemeriksaan yang membutuhkan small field-of-view (FOV) image reseptor contohnya pada pesawat sinar-x untuk cineradiography dan pesawat angiographic dimana pada pesawat ini ada keterbatasan image intensifier (II) diameter hanya maksimal 23 cm.
2. Large anoda angle 12-15 derajat digunakan untuk general radiographic

c. Foccusing cup 
Fucusing cup ini sebenarnya terdapat pada katoda yang berfungsi sebagai alat untuk mengarahkan elektron secara konvergen ke target agar elektron tidak terpancar ke mana-mana. 

d. Rotor atau stator 
Rotor atau stator ini terdapat pada bagian anoda yang berfungsi sebagai alat untuk memutar anoda. Rotor atau stator ini hanya terdapat pada tabung sinar x yang menggunakan anoda putar.

e. glass metal envalope (vacum tube)
Glass metal envalope atau vacum tube adalah tabung yang gunanya membukus komponen-komponen penghasil sinar x agar menjadi vacum atau kata lainnya menjadikannya ruangan hampa udara.

f. Oil 
Oil ini adalah komponen yang cukup penting ditabung sinar x karena s aat elektron-elektron menabrak target pada anoda, energi kinetik elekron yang berubah menjadi sinar-X hanyalah ≤ 1% selebihnya berubah menjadi panas mencapai 2000 0C, jadi disinalah peran oil sebagai pendingin tabung sinar x.

g. Window
Window atau jendela adalah tempat keluarx sinar x . window terletak di bagian bawah tabung . tabung bagian bawah di buat lebih tipis dari tabung bagian atas hal ini di karenakn agar sinar x dapat keluar .
 
 
sumber : http://ilmuradiologi.blogspot.com/2011/03/tabung-sinar-x.html

PROSES TERJADINYA SINAR X


Proses terjadinya sinar x adalah sebagai berikut :
a.       Katoda (filament) dipanaskan (besar dari 20.0000C) sampai menyala dengan mengalirkan listrik yang berasal dari transformator.
b.      Karena panas electron-elektron dari katoda (filamen) terlepas.
c.       Sewaktu dihubungkan dengan transformator tegangan tinggi, elektron-elektron gerakannya dipercepat menuju anoda yang berpusat di focusing cup.
d.      Awan-awan elektron mendadak dihentikan pada target (sasaran) sehingga terbentuk panas (99%) den sinar x (1%)
e.       Pelindung (perisai) timah akan mencegah keluarnya sinar x, sehingga sinar x yang terbentuk hanya dapat keluar melalui jendela.
f.       Panas yang tinggi pada target (sasaran) akibat benturan electron dihilangkan dengan radiator pendingin.
Ringkasan terjadinya sinar x
Melalui generator yang membuat aliran listrik dengan potensial tinggi, logam pijar molybdenum memijar, pada saat tertentu logam pijar tersebut menghasilkan awan elektron (logam pijar molybdenum disebut sebagai filamen) pada suhu tertentu serta saat tertentu pula electron-elektron tertarik ke anoda (anoda adalah unsur radioaktif barium platinum sianida atau tungsten carbide). Dengan kata lain bila anoda dibombardir oleh electron, akan timbul pancaran sinar radiasi roentgen atau sinar x, keadaan ini terjadi di dalam tabung vakum Coolidge.
Tabung sinar x
Tabung sinar x terdiri dari tabung gelas hampa udara, elektroda positif disebut anoda dan elektroda positif disebut katoda. Katoda dibalut dengan filament, bila diberi arus beberapa mA bisa melepaskan elektron. Dengan memberi tegangan tinggi antara anoda dan katoda maka elektron katoda ditarik ke anoda. Arus elektron ini dikonsentrasikan dalam satu berkas dengan bantuan sebuah silinder (focusing cup). Antikatoda menempel pada anoda dibuat dari logam dengan titik permukaan lebih tinggi, berbentuk cekungan seperti mangkuk. Waktu elektron dengan kecepatan tinggi di dalam berkas tersebut menumbuk antikatoda, terjadilah sinar x. Makin tinggi nomor atom katoda maka makin tinggi kecepatan elektron, akan makin besar daya tembus sinar x yang terjadi. Antikatoda umumnya dibuat dari tungsten, sebab elemen ini nomor atomnya tinggi dan titik leburnya juga tinggi (34000C) hanya sebagian kecil energi elektron yang berubah menjadi sinar x kurang dari 1% pada tegangan 100 kV dan sebagian besar berubah menjadi panas waktu menumbuk antikatoda. Panas yang tinggi pada tabung didinginkan dengan menggunakan pendingin minyak emersi / air.

Gambar di bawah ini menunjukkan komponen tabung sinar x dan proses terjadinya sinar x melalui beberapa ilustrasi berikut ini:
    Gambar 1-1: Komponen tabung dental sinar x

Gambar 1-2: Ilustrasi tabung sinar x, pembentukan kabut electron pada katoda sebagai sirkuit filament. Penyinaran switch terbuka


 Gambar 1-3: Tabung sinar x memperlihatkan perjalanan electron menyeberang dari katoda ke anoda (target), (high tension circuit), dimana exposure switch aktif
 Gambar 1-4: Tabung sinar x memperlihatkan produksi sinar x, electron kecepatan tinggi menubruk target.
Sumber:
http://books.google.co.id/books?id=OLD1T2Uje_0C&pg=PA1&lpg=PA1&dq=dasar+radiologi&source=bl&ots=pRvNE4sv-D&sig=JnT0rQE4qQ6ymkJ-vn7tIAe0pjI&hl=en&sa=X&ei=y6-QUcaiJoHMrQfDrYGIAg&redir_esc=y#v=onepage&q=dasar%20radiologi&f=false

Selasa, 12 Mei 2015


Perkembangan Teknologi Bidang Radiologi


Perkembangan teknologi computer (informasi) yang begitu pesat telah merambah ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi komputer relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi teknologi informasi masih merupakan bagian kecil. Di AS, negara yang relatif maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasi komputer, rumah sakit rata-rata hanya menginvestasinya 2% untuk teknologi informasi.
Di sisi yang lain, masyarakat menyadari bahwa teknologi komputer merupakan salah satu tool penting dalam peradaban manusia untuk mengatasi (sebagian) masalah derasnya arus informasi. Teknologi informasi dan komunikasi komputer saat ini adalah bagian penting dalam manajemen informasi. Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte perkembangan terbaru.
Selain memiliki potensi dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, TI mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak dari cara-cara manual. Konvergensi dengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat.
Disamping itu, teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru. Dengan berbagai potensinya ini, adalah naif apabila manajemen informasi kesehatan di rumah sakit tidak memberikan perhatian istimewa
o faktor yang mempengaruhi keberhasilan serta refleksi bagi komunitas rekam medis.
Komputer banyak berperan membantu di dunia kesehatan antara lain :
- adminstrasi
- obat-obatan
- penyakit → radiologi, diagnostik, terapi, perawatan (monitoring status pasien)
- Penelitian
Dalam dunia kesehatan, khususnya dalam dunia radiologi telah berkembang inovasi-inovasi terbaru dalam pengolahan pencitraan radiografYaitu memanfaatkan komputer digital untuk menghasilkan suatu pencitraan yang cepat,efisien,dan mudah. Dunia radiologi semakin lama berubah seiring perkembangan teknologi, dan itu semakin memudahkan radiografer untuk bekerja lebih cepat dan dapat memberikan pencitraan yang lebih baik. Contoh dari pemanfaatan era digital adalah penggunaan manual processing, automatic processing,computer radiologi (CR) dan Digital Radiography (DR).



Berikut ini adalah perbedaan alat processsing dari manual sampai digital :
Manual Processing
Dengan menggunakan tenaga manusia yang melalui beberapa proses yaitu :Developer ( pembangkitan ) ; Rinsing ( pembilasan ) ; Fixing ( penetapan ) ; Washing ( pencucian ) ; dan Drying ( pengeringan ).

Automatic Processing Film


Gambar 2. Automatic Processing Radiograph
Dalam processing automatic hampir sama dengan processing manual hanya perbedaannya pada prosesnya tidak mengalami proses rinsing ( pembilasan ), menggunakan tenaga mesin .
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan automatic :
  1. Harga alat lebih murah
  2. Peralatan yang digunakan sangat sederhana.
  3. Menggunakan cairan kimia (developer dan fixer) sehingga bisa menghasilkan limbah kimia.
  4. Image Reseptor yang digunakan berupa kaset radiografi biasa
  5. Memerlukan kamar gelap untuk memproses film.
  6. Radiograf nya tidak bisa didokumentasikan atau disimpan.
  7. Tidak bisa mengedit foto
  8. Processing film lebih lama
  9. Sulit untuk menerapkan sistem teleradiografi
  10. Memungkinkan film rontgen terbakar
  11. Lebih menguntungkan dari segi ekonomi
  12. Tidak perlu teknisi khusus dalam memperbaiki berbagai kerusakan
Computer Radiology

Gambar 2. CR
Computed Radiography (CR) digunakan pada pesawat rontgen konvensional, tapi film yang digunakan bukan lagi film biasa, melainkan kaset CR yang berisi detector dan sel memori seperti memory card, kaset CR ini nantinya harus dibaca dengan CR Cassette Reader untuk mendapatkan image atau gambar digital hasil pemotretan objek pasien.
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan CR :
  1. Harga alat mahal
  2. Peralatan yang digunakan banyak seperti Scanner (untuk memasukkan gambar), Komputer (untuk memproses gambar) dan Printer (untuk mencetak gambar)
  3. Tidak menggunakan cairan kimia (developer dan fixer) sehingga lebih ramah lingkungan.
  4. Perlu Image Receptor khusus untuk merekam objek karena berbeda dengan kaset radiografi biasa.
  5. Tidak memerlukan kamar gelap
  6. Radiograf bisa didokumentasikan dengan rapi didalam komputer
  7. Bisa mengatur atau mengedit foto sebelum dicetak
  8. Processing film lebih cepat
  9. Bisa menerapkan sistem Teleradiografi berbasis digital sehingga hasil foto bisa dikirim ke berbagai lokasi dalam area rumah sakit seperti ruangan dokter, kamar operasi, IGD, atau ICU.
  10. Kerusakan film karena film terbakar bisa dihindari.
  11. Tidak menguntungkan dari segi ekonomi jika dipakai di klinik atau rumah sakit yang sepi pasien
  12. Perlu teknisi handal untuk memperbaikinya

Direct Radiography (DR)

Sistem Direct Radiography (DR) adalah system baru pada pesawat rontgen digital yang berkembang saat ini dimana image atau gambar hasil expose dari objek radiografi diubah kedalam format digital secara real time dengan menggunakan sensor berupa flat panel atau Charge Coupled Devices (CCD), jadi tak perlu menggunakan cassette reader untuk mendapatkan gambar secara digital.

CR Cassette Reader
Baik Direct Radiography (DR) maupun Computed Radiography (CR) tentu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, namun keduanya mempunyai keluaran (output) yang sama yaitu gambar digital dari objek radiography. Jadi bagi kita yang menginginkan sebuah system radiografi digital namun mempunyai dana yang terbatas, kita bisa mempertimbangkan penggunaan pesawat rontgen konvensional yang ada untuk dilengkapi dengan perangkat  Computed Radiography (CR),tapi jika mempunyai dana yang cukup untuk membeli pesawat rontgen baru, maka pilihan membeli pesawat rontgen digital dengan teknologi Direct Radiography (DR) layak juga untuk dipertimbangkan.







sumber : http://perpustakaanradiologi.blogspot.com/2014/01/perkembangan-teknologi-bidang-radiologi.html